Pembacaan Putusan Kasus Rawa Tripa Ditunda, Para Pihak Kecewa

Banda Aceh – Penundaan sidang pembacaan hasil putusan kasus perdata pembakaran lahan oleh PT Kallista Alam di hutan gambut Rawa Tripa, Nagan Raya, Kamis (5/12/2013), oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh dengan alasan Ketua Majelis Hakim sakit, telah menimbulkan kekecewaan banyak kalangan.
Hal itu disampaikan Teuku Muhammad Zulfikar, Aceh Communications Officer Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Banda Aceh, dalam siran persnya, Jumat (6/12/2013).
Menurut Zulfikar, Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH, tidak hadir dipersidangan dengan alasan sakit mendadak, sehingga sidang terpaksa ditunda menjadi tanggal 30 Desember 2013. Dengan penundaan ini tentunya banyak pihak yang merasa dirugikan, baik segi waktu, finansial maupun kepastian hukum yang berlarut-larut.
“Bisa dibayangkan berapa kerugian yang diderita para pihak jika Pengadilan Negeri terus menunda-nunda hasil putusan, sementara para pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Tim Pengacara Negara harus merelakan waktu dan tenaganya beberapa hari dari Jakarta agar dapat hadir ke Meulaboh, sementara saat sampai ke Meulaboh sidangnya ditunda,” ungkapnya.
Mantan Direktur Eksekutif WALHI Aceh ini menambahkan, PT Kallisata Alam digugat oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) agar memberikan dana rehabilitasi untuk memperbaiki lahan gambut yang hancur akibat dibakar untuk kepentingan pembukaan lahan kebun kelapa sawit.

Pada sidang sebelumnya, Pengadilan Negeri Meulaboh juga telah menetapkan sita lahan PT Kallista Alam sebagai jaminan atas ganti rugi. KLH menggugat ganti rugi sebesar Rp 300 milyar karena PT Kallista Alam dianggap telah melakukan kegiatan pembakaran lahan secara ilegal di lahan hutan gambut Rawa Tripa

Pada sidang yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, lanjut Zulfikar, pihak KLH diwakili oleh Pengacara Negara Fauzul Ahmad SH dan Abdul Kadir SH dari pihak Kejaksaan. Sedangkan pengacara dari PT Kallista Alam diwakili oleh Alfian C Sarumaha SH, Rebecca FE Siahaan SH dan Irianto Subiakto SH yang merupakan pengacara yang berasal dari Kantor Advokat Luhut MP Pangaribuan.
“Anggota majelis hakim hanya dihadiri oleh Rahma Novatiana SH yang membuka sidang dan memberitahukan bahwa sidang akhirnya ditunda lantaran Ketua Majelis Hakim sakit mendadak, sehingga sidang pembacaan keputusan akhir akan dilanjutkan pada tanggal 30 Desember 2013,” demikian TM Zulfikar. (al3/sp)